Pemanfaatan Blockchain dalam Dunia Logistik

Pemanfaatan Blockchain dalam Dunia Logistik

Author: Yulinda

Kehadiran Blockchain awalnya dianggap aneh dan tabu, namun secara perlahan-lahan sistem ini mulai diminati berbagai bidang. Semenjak awal meledaknya pemberitaan tentang Bitcoin, konsep Blockchain menggema ke mana-mana. Seakan jadi awal baru dari konsep Blockchain cukup menarik diterapkan ke berbagai bidang, bukan hanya sistem keuangan. Beberapa sektor lain seperti logistik, perdagangan, manufaktur, pelayanan publik sudah mulai mengadopsi teknologi blockchain di dalam bisnis prosesnya. Teknologi ini banyak digunakan untuk menjustifikasi apakah eksistensi usaha mereka masih relevan dalam persaingan pasar. Sistem blockchain memudahkan pencatatan transaksi, membuat transaksi lebih transparan, efisien sekaligus lebih aman. Salah satu sektor yang termasuk paling terbantu dengan kehadiran teknologi blokchain adalah sektor logistik. Banyak perusahaan raksasa global di sektor logistik, seperti Maersk & DHL telah mengadopsi teknologi blockchain.

Blockchain adalah sebuah sistem penyimpanan data digital yang terdiri dari banyak server (multiserver). Pada teknologi blockchain, data yang dibuat oleh satu server dapat direplikasi dan diverifikasi oleh server yang lain. Oleh karenanya, blockchain sering diibaratkan sebagai buku kas induk bank yang memuat semua data transaksi nasabah. Secara sederhanana dalam industri logistik, cara kerja blockchain adalah memecah setiap proses/gerakan produk atau jasa menjadi unit blok, dan transaksi dalam setiap blok akan didokumentasikan setiap kali produk atau jasa berpindah tangan. Dengan mengaitkan blok bersama-sama, semua orang dapat melihat siapa yang terlibat dalam suatu proses dan dapat ditelusuri detail spesifiknya. Jejak digital dapat terekam secara permanen saat produk mulai bergerak di seluruh rantai pasok dari hulu hingga hilir. Tujuannya adalah untuk menciptakan satu versi yang real, menghubungkan informasi, menciptakan transparansi seputar semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok, dan mengidentifikasi bagaimana mereka berpartisipasi dalam arus barang atau jasa. Teknologi ini tidak dimiliki atau dikontrol oleh hanya salah satu mitra dagang saja, tetapi sistem blockchain dapat digunakan oleh semua mitra.

Di Indonesia, teknologi blockchain sebenarnya sudah diaplikasikan di luar mata uang kripto. Dalam dunia perbankan misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menerapkan blockchain secara internal untuk mempercepat transaksi pembayaran dan mengurangi kompleksnya transaksi pada back office. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga sudah ada yang melirik blockchain, yakni PT Pos Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang logistik ini mengembangkan Digiro.in, sebuah layanan giro yang mengadopsi teknologi blockchain. Selain dalam bidang-bidang yang sudah disebutkan di atas, teknologi blockchain juga telah diterapkan di bidang perpajakan. Di Indonesia, blockchain telah diaplikasikan oleh penyedia jasa aplikasi perpajakan bernama OnlinePajak. Seiring berjalannya waktu teknologi blockchain akan lebih powerfull jika disandingkan dengan Bigdata yang siap menghadapi transisi menuju era Industri 5.0.

Sumber:

G. Perboli, S. Musso and M. Rosano, “Blockchain in Logistics and Supply Chain: A Lean Approach for Designing Real-World Use Cases,” in IEEE Access, vol. 6, pp. 62018-62028, 2018,

Nofer, M., Gomber, P., Hinz, O., & Schiereck, D. (2017). Blockchain. Business & Information Systems Engineering, 59(3), 183–187.

https://cyberthreat.id/read/1231/Ini-Manfaat-Blockchain-Jika-Diterapkan-di-Sektor-Logistik